DENPASAR – Pemerintah Indonesia mengundang Kerajaan Belanda ikut memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Hal ini ditargetkan memberikan nilai tambah di bidang pelayanan food and beverages, MICE, dan home stay di kawasan itu.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan Kerajaan Belanda telah menyampaikan komitmen untuk ikut mengembangkan pariwisata Indonesia.

“Saya tadi minta kepada Raja Willem untuk membantu kami, dengan mengirimkan beberapa praktisi pariwisatanya untuk melatih kita mengembangkan spot-spot pariwisata kita. Tidak perlu bantuan finansial, tetapi kami perlu ahli-ahli di bidang pariwisata untuk melatih para kaum muda disini mengembangkan sektor ini dalam hal kebersihan, mendidik mereka dalam melayani wisatawan, membuat sabuah tempat menjadi lebih menarik untuk wisatawan,” kata Menko Luhut setelah menerima kunjungan Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti dari Belanda di kampus Institut Teknologi Del di Lagu Boti, dikutip dari laman maritim.go.id pada Kamis (12/3).

Menurut Luhut, pengembangan destinasi wisatawan Danau Toba juga mengarah pada perbaikan dan peningkatan berbagai fasilitas infrastruktur pendukung wisatawan, seperti transportasi dan akomodasi. “Dari pembicaraan tadi tercetus ide untuk membuka penerbangan langsung Amsterdam-Medan sehingga para wisatawan bisa melanjutkan perjalanannya kemana lagi,” kata Luth

Gagasan untuk membuka penerbangan langsung antara Amsterdam-Medan akan menambah kunjungan wisatawan dari Belanda ke Medan, khususnya ke kawasan Danau Toba “Karena mereka pernah tinggal lama di sini pada sa penjajahan, wilayah yang bersih, pemerintah setempat punya keinginan yang besar untuk membangun dan satu lagi, mereka senang dengan Presiden Joko Widodo,” kata Menko Luhut.

Berdasarkan Data BPS pada Februari 2020, kunjungan wisatawan Belanda ke Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada Januari-Februari 2020, kunjungan turis dari negara Kincir Angin itu melalui jalur penerbangan sebanyak 28.600 orang, naik 15,31% dibandingkan kunjungan pelancong pada kurun serupa tahun 2019 sejumlah 24.800 orang.

Tingkat hunian kamar hotel berbintang tercatat sebanyak 45,24% pada Februari 2020, turun 2,82% dibandigkan hunian hotel pada Januari 2020 sekira 48,06%. Sedangkan tingkat hunian hotel berbintang pada Februari 2020 turun 0,07% dibandingkan pada Februari 2019 tercatat 45,31%.

Dalam kunjungan tersebut, pasangan kerajaan berkesempatan bertatap muka dengan para praktisi pariwisata yang sedang mengadakan seminar di Kampus Del. Ratu Maxima mengatakan pentingnya pengembangan kapasitas dalam industri pariwisata. “Capacity building (proses mendapatkan, meningkatkan dan mempertahankan keterampilan, pengetahuan dan peralatan untuk meningkatkan kompetensi) sangat dibutuhkan jika Anda ingin memiliki bisnis pariwisata yang sustainable. Sebuah konsep yang selain memberi manfaat ekonomi juga memberi kontribusi pada kegiatan konservasi,” katanya.

Leave a Comment