DENPASAR – Kuliner dan belanja dinilai sebagai salah satu daya tarik bagi turis mancanegara dalam kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Hal ini dilihat dari kisaran 30%-40% dari total pengeluaran turis dihabiskan untuk kuliner dan belanja. Di sisi lain ini, menjadi peluang mendongkrak pendapatan pengusaha di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pengusaha pariwisata untuk menarik wisman agar turut serta memajukan wisata kuliner dan wisata belanja di Indonesia. “Wisatawan mengeluarkan 30%-40% dari total pengeluaran mereka untuk kuliner dan belanja. Bila ditotal, belanja dan kuliner mencapai 75%. Kuliner pula yang jadi tiga besar tujuan orang berwisata,” katanya saat pembukaan Wonderful Indonesia Culineray and Shoping Festival (WICSF) seperti dikutip dari siaran pers.

Menurut dia, strategi pengembangan wisata kuliner agar menjadikan Indonesia destinasi unggulan yakni, menetapkan National Foods yang sudah populer di media massa dunia seperti CNN Survey yaitu Soto, Rendang, Nasi Goreng, Sate, dan Gado-Gado. Menetapkan destinasi wisata kuliner, seperti Bali, Joglosemar, dan Bandung yang didorong menjadi destinasi gastronomi standar UNWTO.

“Wisata kuliner mempunyai portofolio produk sempurna, karena size-nya besar, sustainability tinggi, dan spread-nya besar. Untuk itu para pengusaha harus jeli mengambil hal itu,” katanya.

Namun diperlukan perbaikan sejumlah hal guna menarik wisman antara lain, menggandeng pihak lain guna melakukan co-branding Wonderful Indonesia. Pihak ketiga, seperti restoran diaspora di mancanegara bisa menyajikan menu masakan nasional seperti, soto, rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado.

Menurut Menpar Arief Yahya, subsektor industri kuliner memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB Ekonomi Kreatif sebesar 42%, diikuti subsektor fashion 18%, dan kriya 15% yang masuk dalam kategori belanja.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alexander Stefanus Ridwan mengatakan WICSF ini sudah masuk tahun ke-4 dan ditetapkan menjadi Top 100 Calender Event Nasional. Sebagai agenda tahunan, serta bentuk komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara menyeluruh.

“Kami berharap WICSF 2019 dapat menjadi daya tarik baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga ke depannya pusat perbelanjaan juga dapat berperan sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Dengan diadakannya kembali WICSF, kami berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 20%-30%. Optimisme ini berangkat dari meningkatnya jumlah pusat perbelanjaan yang berpartisipasi dalam WICSF 2019 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

WICSF 2019 telah menyiapkan berbagai program kuliner dan belanja menarik, seperti Dessert Festival, Lesehan Malam, Kuliner Kampung Halaman, Mooncake Festival, Kelas Membatik, Gebyar Batik Nasional hingga music perfomance yang pastinya dikemas secara apik dan modern. Pada tahun ini, ajang WICSF akan diselenggarakan selama sebulan penuh mulai dari 27 September-27 Oktober 2019 dan digelar serentak di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia.

Leave a Comment