DENPASAR – Pemerintah gencar mengembangkan infrastruktur di lima destinasi superprioritas, salah satunya di kawasan Danau Toba dengan membangun Glamorous Camping (Glamping). Fasilitas Glamping ini dinilai cocok menggaet para turis guna menikmati keindahan alam Danau Toba yang ditetapkan PBB sebagai salah satu UNESCO Global Geopark.

Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator (Kemenko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di The Kaldera Toba Samosir, baru-baru ini, Menpar Arief Yahya menegaskan komitmen pemerintah membenahi infrastruktur serta penyediaan utilitas dasar di Danau Toba. “Kami pastikan peluncuran Groundbreaking Glamorous Camping atau Glamping akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2019,” katanya seperti dikutip dari siaran pers.

Pada kunjungan ini, Menpar Arief Yahya juga menyampaikan kabar baik terkait upaya pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu UNESCO Global Geopark (UGG). “Danau Toba kini (secara de facto) sudah masuk sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Perjuangan yang tidak mudah karena pernah dua kali gagal. Pencapaian ini menegaskan kalau Danau Toba punya atraksi kelas dunia,” katanya.

Minat dan partisipasi masyarakat di kawasan Danau Toba dinilai sangat tinggi terkait program pemerintah memajukan industri pariwisata di daerah ini. Hal itu, misalnya, dirasakan saat Menpar Arief Yahya berkunjung ke Desa Lumban Bulbul Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara.

Masyarakat mulai menyadari pentingnya amenitas yang baik. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya jumlah homestay yang tersedia. Tercatat ada sekitar 17 homestay dan 70 kamar di desa dengan Pantai Pasir Putih yang memesona ini.

Namun Menpar Arief Yahya kembali mengingatkan bahwa tidak cukup hanya mengandalkan amenitas berkualitas semata. Masyarakat juga harus menonjolkan diferensiasi budaya sehingga menarik minat para wisatawan.

“Alam di sini sangat bagus, paduan gunung dengan danau yang indah. Untuk Desa Bulbul saya sarankan jadi pusat kuliner khas seperti di Jimbaran Bali. Kemenpar akan membantu cara pengemasan kulinernya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Hal serupa juga disampaikan Menpar Arief Yahya kepada warga Desa Wisata Jangga Dolok, Toba Samosir. Selain meninjau revitalisasi rumah adat Batak dengan arsitektur nusantara yang unik, Menpar Arief Yahya juga berpesan agar masyarat turut serta membangun rencana memajukan wisata desa.

Menpar Arief Yahya menyampaikan komitmennya kepada masyarakat Desa Jangga Dolok. “Pembuatan master plan untuk desa ini akan dibantu oleh BOP Danau Toba. Hal ini akan dilakukan secara paralel dengan revitalisasi desa adat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, dari segi aksesibilitas, pemerintah mulai melirik pembangunan fasilitas tambahan seperti terminal dan penambahan panjang runway Bandara Udara Sibisa yang berada sekitar 4 kilometer dari The Kaldera.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kawasan Danau Toba memiliki potensi wisata yang besar. Dengan pengembangan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung, maka kawasan Danau Toba akan menyerap tenaga kerja baru.

Leave a Comment