DENPASAR – Pengembangan kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi sangat dibutuhkan guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Hal itu disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Seperti dikutip siaran pers Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan mahasiswa merupakan pemeran utama dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. “Perlu dipertegas lagi mahasiswa adalah pemeran utama bangsa ini dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, dengan bimbingan dari para dosen, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar serta dengan fasilitas yang memadai mahasiswa akan mampu menghadapi industri 4.0 serta mengharumkan bangsa di mata internasional,” katanya.

Dalam kuliah umum bertema Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. itu, hadir ribuan mahasiswa perguruan tinggi se-kota Mataram, NTB. Selain itu, turut hadir Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Anggota DPR RI Kurtubi, dan Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Ridwan.

Menurut Nasir, potensi dan kemampuan mahasiswa di daerah tidak kalah dengan mahasiswa yang berada di Pulau Jawa. Semua mahasiswa memiliki potensi guna mengembangkan kreativitas dan inovasi. Apalagi dengan kemajuan teknologi, di mana  sumber ilmu pengetahuan terbuka luas dan mudah diakses.

“Perkembangan yang sebelumnya tak pernah ada, beberapa kelas di kampus melakukan pembelajaran tanpa harus bertatap muka, tapi melalui pembelajaran virtual,” katanya.

Dia mengatakan kemajuan teknologi dan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin baik mengakibatkan disparitas antar perguruan tinggi semakin mengecil. Perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini sudah ada yang lebih baik dibandingkan perguruan tinggi negeri (PTN). Perguruan tinggi di luar Pulau Jawa juga sudah mulai menyaingi dan ada yang lebih baik dari perguruan tinggi di pulau Jawa.

“Ini fenomena baru. Dulu tidak ada namanya PTN kalah dari PTS, tapi sekarang ada PTN kalah sama PTS. Kampus Jawa juga kalah sama kampus daerah. Ini tergantung dari bagaimana cara kita berkompetisi,” ujar Nasir.

Oleh karena itu Menristekdikti mendorong agar mahasiswa membangun rasa percaya tinggi dan jiwa kompetisi untuk bersaing di tingkat nasional dan di tingkat global. Selain gelar akademik, ada empat hal yang harus dimiliki mahasiswa untuk bertarung di era revolusi industri 4.0 yaitu kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya,  keterampilan sosial, literasi baru (data, teknologi manusia) dan pembelajaran sepanjang hayat ( lifelong learning).

Secara khusus, Menristekdikti meminta Unram terus meningkatkan daya saingnya dan tata kelola pendidikannya. Menteri Nasir berharap Unram dapat meraih Akreditasi A dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Tidak menutup kemungkinan juga dengan Unram. Kedepan akan mampu mengalahkan kampus-kampus nasional di Jawa. Hal itu dapat dilakukan tentu dengan melakukan inovasi-inovasi dan membangun kolaborasi,” kata Nasir.

Leave a Comment